PDAM Kota Malang Fokus Dukung Program 100-0-100 dan Program Penurunan TKA

PDAM Kota Malang Fokus Dukung Program 100-0-100 dan Program Penurunan TKA

Dengan cakupan pelayanan yang saat ini sudah di angka 85,74 persen, PDAM Kota Malang fokus mendukung program 100 persen akses air minum aman di tahun 2019. Di samping itu, PDAM di Jawa Timur juga fokus menekan tingkat kehilangan air yang saat ini berada di level 19 persen.

Baru-baru ini, PDAM Kota Malang kembali mendapatkan pengakuan secara nasional berupa empat penghargaan bergengsi Top BUMD 2018 untuk kategori; Top Pembina BUMD 2018 kepada Pjs. Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahid Wahyudi,  Top CEO BUMD 2018 kepada Pjs. Direktur Utama PDAM Kota Malang Anita Sari, S.H., Top BUMD 2018 dan Top PDAM 2018 (pelanggan > 100 ribu SR).

Pjs. Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahid Wahyudi memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan tahunan TOP BUMD yang diselenggarakan majalah BusinessNews Indonesia berkerja sama dengan Asia Business Research, diberikan di Balai Kartini Jakarta, Kamis (3/5/2018), adalah salah satu bukti kinerja jajaran PDAM Kota Malang. “Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi untuk semakin maju. Masih banyak pekerjaan yang harus digencarkan di Kota Malang,” katanya.

Program yang harus menjadi fokus perhatian PDAM Kota Malang, di antaranya mendukung program 100 persen akses air minum aman di tahun 2019. Karenanya, ia berharap jajaran PDAM bisa terus meningkatkan cakupan pelayanannya yang saat ini sudah di angka 85,74 persen. “Untuk mendongkrak cakupan pelayanan, salah satunya dengan menekan tingkat kehilangan air (TKA) seminimal mungkin,” ujarnya kepada Majalah Air Minum PERPAMSI.

Pjs. Wali Kota juga memuji kinerja keuangan PDAM Kota Malang yang selalu mencatatkan trend positif alias selalu mencatatkan laba tiap tahunnya. Bahkan laba tersebut selalu meningkat, misalnya laba atau keuntungan di tahun 2015 tercatat sebesar Rp 20 miliar, tahun 2016 sebesar Rp 21,1 miliar dan tahun 2017 kembali meningkat cukup drastis sebesar Rp 31,8 miliar. Berkat keuntungan yang selalu dicatatkan, setiap tahun PDAM Kota Malang bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup signifikan. Sebagai contoh, tahun 2015 PAD yang disumbangkan PDAM Kota Malang sebesar Rp 10 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp 11,6 miliar. “Mudah-mudahan PDAM Kota Malang terus bisa berkontribusi bagi masyakarakat dan daerah,” harapnya.

Sementara Pjs. PDAM Kota Malang Anita Sari mengatakan, berbagai apresiasi dan penghargaan yang selama ini diterima PDAM-nya adalah  salah satu sarana untuk benchmarking dan mengukur capaian kinerja perusahaan. “Sehingga penghargaan-penghargaan yang kami terima dapat dijadikan dasar menyusun strategi peningkatan kinerja ke depan,” katanya.

Ditambahkan Anita, selama ini PDAM Kota Malang sudah melaksanakan berbagai program yang mendukung terbentuknya kinerja perusahaan yang sehat. Di antaranya, Sertifikasi ISO Manajemen Mutu 9001:2000 pada tahun 2007 yang disiapkan sebagai pengendali operasi penyediaan air siap minum atau dikenal dengan ZAMP. Sehingga di awal tahun 2008 PDAM Kota Malang menerapkan program Zona Air Minum Prima (ZAMP) dengan pilot project di Perumahan Pondok Blimbing Indah Kota Malang. “Hingga saat ini ZAMP kami sudah 90 persen pelanggan memiliki air siap minum yang monitoring kualitasnya dapat dipantau secara real time di website kami, www.pdamkotamalang.com,” beber Anita Sari.

Pada tahun 2009, lanjut sosok yang dipercaya mengemban amanah selaku Pjs. Direktur Utama PDAM Kota Malang sejak Desember 2017, pihaknya mulai mengembangkan program penurunan kehilangan air atau non revenue water (NRW). Saat itu NRW PDAM Kota Malang menyentuh angka 43 persen yang jauh di atas rata-rata nasional sebesar 34 persen. Namun, dengan upaya yang gigih dan didukung infrastruktur IT yang memadai, saat ini PDAM Kota Malang berhasil menekan NRW hingga 19 persen. Giat mengembangkan sistem IT sebagai sektor penting dalam pengendali operasional SPAM, PDAM Kota Malang juga mendapatkan Penghargaan Nasional Best IT Implementation on PDAM Sector dan Best IT Leader di tahun 2016 dan 2017.

Tak hanya itu, pada 2017 PDAM Kota Malang juga mendapat penghargaan dalam kompetisi Kelompok Budaya Kinerja se-Jawa Timur melalui program SODA (Sistem Otomasi Distribusi Air). Penghargaan diberikan berkat inovasi dalam sistem distribusi air ke daerah terpencil dengan pemanfaatan sistem IT sehingga membuat distribusi air dapat berlangsung dengan sangat efektif dan efisien.

Masih di tahun 2017 PDAM Kota Malang juga menyabet penghargaan Inovasi Pelayanan Publik dalam Jambore Inovasi Provinsi Jawa Timur melalui program TWUIN (Total Water Utility Integrated Network) dimana sebagai satu-satunya sektor pelayanan publik di Jawa Timur yang sistem IT-nya terintegrasi secara utuh. “Hingga di 2018 ini kami menjadi perwakilan Jawa Timur untuk Jambore Nasional Inovasi Pelayanan Publik yang saat ini masih dalam proses penilaian secara nasional,” katanya.

Menurut Anita, saat ini pihaknya terus melakukan peningkatan kinerja dan inovasi demi pelayanan terbaik kepada masyarakat pelanggan di Kota Malang. Berbagai program yang saat ini terus ditingkatkan yakni implementasi sistem IT pada seluruh aspek bisnis, pengendalian NRW, menjaga 4K (kualitas, kuantitas, kontinuitas, keterjangkauan), meningkatkan kapasitas kompetensi SDM, menerapkan sistem pengembangan kepemimpinan untuk generasi usia di bawah 35 agar dapat menjaga dan meningkatkan kinerja PDAM di masa yang akan datang, dan penerapan RISPAM yang inline dengan RPJMD.

Sementara dari sisi pengembangan pelayanan untuk mengejar target 100 persen akses aman air minum 2019 yakni dengan menerapkan RISPAM, SCADA dan membangun control room PDAM Kota Malang. ”Alhamdulillah kami memiliki tim yang solid sehingga setiap masalah dapat diselesaikan melalui kerja sama yang baik. Hal ini karena didukung oleh sistem dan infrastruktur IT yang andal sehingga proses penyelesaian masalah dapat berjalan  cepat,” tutup Anita Sari. Red

 

Comments

Berita Lainnya: