Selamat, PDAM Polman Runner-up Liga Pekerja Indonesia 2018

Selamat, PDAM Polman Runner-up Liga Pekerja Indonesia 2018

Setelah melalui perjuangan yang melelahkan sejak Desember 2017, akhirnya kompetisi Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) 2018 berakhir dengan digelarnya partai final.  Laga final mempertemukan Thiess Kaltim melawan PDAM Polewali Mandar, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Selasa 1 Mei 2018. PDAM Polman harus puas di posisi runner-up.

Dalam final yang bertepatan dengan perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) itu, Thiess Kaltim berhasil menjadi juara. Itu setelah dalam final mengalahkan PDAM Polman dengan skor 3-0.

Sebagai juara Lipesia 2018 Thiess Kaltim berhak atas trofi dan uang pembinaan Rp 200 juta. Sedangkan PDAM Polman menerima uang pembinaan Rp 150 juta. Kemudian peringkat tiga bersama, yaitu PLN Bangka Belitung dan Jayatama, dapat total uang pembinaan Rp 100 juta.

Lipesia juga memberikan penghargaan individu yang masing-masing memperoleh hadiah Rp 10 juta dan tim fair play dengan hadiah Rp 15 juta. Gelar pemain terbaik diraih Robert Amir dari Thiess Kaltim. Sedangkan topscorer adalah Indra dari PLN Bangka Belitung dengan lima gol.

Direktur PDAM Polman Fadly Anwar yang selalu mendampingi timnya dari mulai babak penyisihan tingkat provinsi, regional hingga babak final, mengaku puas dan memberikan apresiasi tinggi terhadap timnya. Ia pun tak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan dukungan semua pihak seperti Pemkab Polman dan Pemprov Sulawesi Barat, juga kepada PERPAMSI. “Terima kasih atas dukungan semua pihak. Ini perjuangan maksimal yang bisa kami berikan,” ujarnya.

Lipesia 2018 digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Turnamen ini dimulai pada 17 Desember 2017 dan diikuti 219 tim dari 29 provinsi di Indonesia. Tujuan pelaksanaan Lipesia adalah demi terjalinnya kebersamaan karyawan antar-perusahaan dan serikat pekerja di seluruh Indonesia.

Selain itu, diharapkan penyelenggaraan Lipesia bisa menghasilkan bibit-bibit pesepak bola yang kelak bisa menghuni tim nasional sepak bola Indonesia. Melalui Lipesia, Kemnaker berhasrat membangkitkan kembali semangat Liga Sepak Bola Karyawan (Galakarya) yang dilaksanakan pada akhir 1970-an sampai 1980-an. Red

Comments

Berita Lainnya: