Prioritaskan Pengembangan SDM Tukang Ledeng di Wilayah Timur

Prioritaskan Pengembangan SDM Tukang Ledeng di Wilayah Timur

Hampir sebagian besar PDAM Anggota PERPAMSI di wilayah timur Indonesia dalam kondisi sakit dan kurang sehat. Pembenahan sumber daya manusia dipercaya menjadi salah satu solusi penyehatan PDAM. Namun, kendala anggaran menjadi persoalan utama. Diperlukan solusi terbaik untuk mendongkrak kualitas SDM PDAM di wilayah timur.

Segala potensi sumber daya yang ada yang dimiliki manusia yang mencakup waktu, tenaga dan kemampuan pada hakekatnya adalah modal untuk meraih keberhasilan/tujuan baik secara pribadi maupun organisasi. “Tugas direksi adalah memadukan sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan untuk mencapai visi dan misi perusahaan,” ujar Ketua PD PERPAMSI Papua dan Papua Barat Entis Sutisna, kepada Majalah Air Minum PERPAMSI, baru-baru ini.

Namun, pengembangan SDM di wilayah timur, termasuk PDAM Jayapura yang ia pimpin, terkendala dengan kemampuan keuangan perusahaan karena untuk mengirim karyawan mengikuti diklat-diklat di luar Papua membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi yang cukup besar, sementara diklat-diklat khusus air minum untuk skala daerah praktis tidak ada dilaksanakan di Jayapura.

Dengan keterbatasan biaya yang dimiliki, PDAM Jayapura hanya sanggup mengikutkan karyawannya pada diklat berbasis kompetensi yang kerap dilaksanakan YPTD Pamsi di Jakarta, hanya tiga orang setiap tahunnya. Anggaran per orang, mulai biaya transportasi dan biaya diklat yang disleenggarakan di Jakarta bisa mencapai Rp 25 juta per orang. Dengan total karyawan 200 orang, menurut Entis, baru sekira 25 orang karyawan PDAM Jayapura yang mengantongi sertifikat kompetensi.

Karenanya, ia berharap PP PERPAMSI sebagai asosiasi PDAM seluruh Indonesia dapat memberi prioritas kepada PDAM di wilayah timur, khususnya di Papua dan Papua Barat untuk mendapat subsidi yang lebih besar bagi karyawan yang mengikuti diklat yang diselenggarakan PERPAMSI dan Lembaga Diklat YPTD Pamsi. "Bantuan biaya akomodasi, biaya transportasi dan biaya diklat hendaknya bisa diprioritaskan ke Papua dan Papua Barat. Kami rata-rata merupakan PDAM yang kecil-kecil dengan pelanggan di bawah 10.000 SR,” harap Entis.

Sosok yang baru dilantik sebagai Dirketur Utama PDAM Jayapura pada 24 April 2018 ini mengaku memiliki rencana jangka panjang untuk PDAM Jayapura. Menurutnya, ketersediaan tenaga ahli bidang perairminuman menjadi mutlak diperlukan. Karenanyapihaknya telah menjalin kerja sama dengan Akatirta untuk menampung putra-putri karyawan PDAM Jayapura untuk kuliah dan diharapkan memiliki bekal yang cukup dalam memajukan perusahaan dan menjawab tantangan perkembangan pelayanan di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Saat ini kami telah mengirim 12 orang putra/putri karyawan PDAM Jayapura untuk kuliah di Akatirta  sehingga diharapkan untuk 2-3 tahun ke depan kebutuhan tenaga ahli madya bidang air minum akan terpenuhi,” pungkasnya. AZ

Comments

Berita Lainnya: